Empat Program Studi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) resmi menerima sertifikat akreditasi internasional dari lembaga akreditasi asal Jerman, Foundation for International Business Administration Accreditation (FIBAA).
Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Rektor UMSU, Prof. Dr. Agussani, MAP, kepada Dekan dan Ketua program studi Fakultas Agama Islam (FAI) dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) pada Sabtu (11/10) di Auditorium UMSU Jalan Muchtar Basri No.3 Medan.
Empat program studi yang meraih akreditasi internasional tersebut adalah dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis yaitu Manajemen dan Akuntansi serta dari Fakultas Agama Islam yaitu Manajemen Bisnis Syariah dan Perbankan Syariah.
Kemudian, Rektor UMSU Prof. Dr. Agussani, MAP dalam sambutannya menyampaikan rasa haru dan bangganya atas capaian tersebut. Dia menyebut keberhasilan meraih akreditasi FIBAA sebagai hasil kerja kolektif seluruh civitas akademika
Rektor UMSU itu juga menyinggung capaian UMSU di berbagai pemeringkatan internasional. “UMSU kini berstatus reporter di Times Higher Education (THE) dan masuk peringkat 1500 dunia. Kita juga diundang ke Korea Selatan pada 4 November mendatang untuk pengumuman QS Asia Ranking,” jelasnya.
Dia menekankan pentingnya publikasi internasional dan kolaborasi global untuk mempertahankan reputasi tersebut. “Target kita pada 2026, minimal 1.000 publikasi terindeks Scopus agar kita bisa masuk ranking dunia. Ini bukan mimpi, tapi kerja nyata,” ujarnya optimistis.
Sebagai bentuk apresiasi, Rektor UMSU Prof. Agussani didampingi Ketua BPH Dr. Bahril Datuk, MM menyerahkan sertifikat akreditasi FIBAA dan menyematkan tanjak kepada Dekan FEB dan FAI yakni Assoc. Prof. Dr. Januari S., M.M (FEB) dan Assoc. Prof. Dr. Muhammad Qorib, M.A (FAI),m atas kepemimpinan mereka dalam membawa fakultas meraih akreditasi internasional.
Ketua Badan Penjaminan Mutu (BPM) UMSU, Assoc. Prof. Dr. Yan Hendra, M.Si dalam laporannya menyampaikan bahwa proses akreditasi FIBAA memakan waktu hampir tiga tahun, dimulai sejak tahun 2022.
“Pelaksanaan akreditasi internasional ini terinspirasi pada tahun 2022 ketika kami menghadiri kegiatan sosialisasi akreditasi internasional di Bali,” ujarnya.
“Sejak itu, kami melakukan benchmarking ke Universitas Andalas. Proses ini panjang, penuh dinamika, dan membutuhkan kerja sama seluruh pihak di UMSU.” ujar ketua BPM.
Dia juga menegaskan bahwa FIBAA akan terus memantau keberlanjutan mutu program studi selama lima tahun ke depan. “Mereka akan terus memonitor melalui website universitas dan memberikan saran-saran perbaikan. Ini menjadi tanggung jawab kita untuk menjaga mutu dan posisi UMSU sebagai perguruan tinggi terakreditasi internasional,” tambahnya.
Acara ditutup dengan sesi foto bersama Rektor, BPH, Wakil Rektor, dan seluruh tim BPM, diiringi semangat untuk terus menjaga mut u dan daya saing internasional universitas.
Hadir Para Wakil Rektor, jajaran BPH UMSU, tim BPM, tim TASPOS, dan tim OIC, Ketua Prodi Manajemen Agus Sani, S., M.Sc, Ketua Prodi Akuntansi Muhammad Shareza Hafiz, S.E., M.Acc, Ketua Prodi Manajemen Bisnis Syariah Assoc. Prof. Dr. Rahmayati, S.E.I, M.E.I, Ketua Prodi Perbankan Syariah, Dr. Isra Hayati, M.Si, Mudir Ma’had Abu Ubaidah bin Al-Jarrah Ustaz H. Fajar Hasan Mursyid, Lc., M.Si., M.A., dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta perwakilan lembaga dan unit kerja di lingkungan UMSU


